Pages

Showing posts with label perang. Show all posts
Showing posts with label perang. Show all posts

HOW ADVANCED! Part 2 (MAJU LAH SANGAT! Bhg 2)

What Invasion? We Were Never Invaded!
Penaklukan? Kita Mana Pernah DiTakluk!



Yup. Just like what was stated by the national historian professor, when was our country ever colonized or invaded! Whomever says we were colonized by the British or were invaded by a group of Indonesians wielding sharpened bamboos as weapons, that's simply rubbish!

After all, that was an old story! This is 2012. That talk about a group of Indonesians feeling dissatisfied and highly upset, even madly angry at our country, was back in 2009.

Er, but wait... what's this report here...?

*******
From in.reuters.com (28-06-2012):

Malaysia steps on Indonesia's toes in dance dispute
(Reuters) - Malaysia is separated from Indonesia's Sumatra island by just 40 miles of water, but an ocean has opened up between them over who owns a traditional dance, the latest in a series of disputes between the Southeast Asian neighbors.


The feud, one of many over issues as diverse as culture, pollution and borders in the region of 600 million people, adds to the difficulties leaders face in trying to turn Southeast Asia into a unified economic community by 2015.



Malaysian efforts to promote the Tor-tor folk dance and Gordang Sambilan drum performance - both with origins in Sumatra - as its own cultural heritage sparked protests this month in Jakarta, where a group torched Malaysia's flag and threw stones at its embassy. The violence was a sharp contrast to the Tor-tor itself - a gentle, traditional dance featuring a mix of subtle hand and leg movements.

.....

The case has touched a raw nerve in Indonesia, which has previously argued with Malaysia over who claims the rights to folk music, batik textiles and spicy beef Rendang curry.
.....

"Malaysia is a small country. It would only take us five days or a week to burn it," said an executive in Jakarta originally from Sumatra, who declined to be identified because of the sensitivity of the issue.
.....
While anger will soon dissipate, a common sentiment heard in Indonesia is simply disappointment that Malaysia feels the need to "steal" its culture. From the Malaysian perspective, it is simply about preserving culture that is in danger of dying out.

"Recognizing these two cultures under the act doesn't mean that it is being 'claimed' and owned by Malaysia. What we hope is, through the registration of the cultures, they can be preserved and widely promoted," said Ramli Abdul Karim Hasibuan, president of the Mandailing association in Malaysia.

Scholars say the Mandailing people in Malaysia did not resist colonial British attempts last century to label them as Malay, which led to their culture evaporating, whereas traditions have been preserved better in Sumatra, Indonesia's largest island and full of different ethnicities.

The younger generation, more likely to dance to hip-hop than the Tor-tor, is more concerned about who wins between Malaysia and Indonesia on the soccer pitch, though haze pollution in Kuala Lumpur from Indonesian land-clearing fires is a real irritant.



"Keep your dances and your culture. While you're at it, keep your haze to yourself too," said Twitter user @mediha_m, responding to Indonesians on the social media site lambasting Malaysia's cultural poverty.



Iye. Macam yang dinyatakan oleh profesor sejarahwan negara, mana pulak negara kita pernah dijajah atau ditakluk! Sesiapa kata kita ada kena jajah oleh orang British atau ditakluk dengan sekumpulan rakyat Indonesia yang mengacukan lembing buluh sebagai senjata, itu mengarut je!

Apa pun, itu cerita lama! Ini dah 2012. Cakap2 pasal sekumpulan rakyat Indonesia tak puashati dan amatsangat terusik malah gilababi marah pada kita, itu 2009 dulu.

Eh, tunggu kejap... berita apa pulak ni...?

*******
Dari in.reuters.com (28-06-2012):

Malaysia menyinggung perasaan Indonesia dalam sengketa tarian
(Reuters) - Malaysia terpisah dari pulau Sumatera, Indonesia, hanya dengan air sejauh 40 batu, tetapi jurang seluas lautan telah terbentuk antara keduanya tentang siapakah pemilik sebuah tarian tradisi, isu terbaru dalam siri sengketa antara dua jiran di Asia Tenggara ini.

Perbalahan ini, satu dari banyak isu-isu pelbagai seperti kebudayaan, pencemaran dan sempadan, di rantau yang dihuni 600 juta, makin menyukarkan para pemimpin yang ingin menjadikan Asia Tenggara suatu kelompok berekonomi seragam menjelang 2015.

Usaha Malaysia menggalakkan tarian trdisi Tor-tor dan gendang Gordang Sambilan - dua-duanya berasal dari Sumatera - sebagai warisan budaya sendiri telah meledakkan beberapa protes di Jakarta bulan ini, dengan satu kumpulan membakar bendera Malaysia dan melontar batu pada kedutaannya. Keganasan ini jauh bertentangan dari Tor-tor sendiri - suatu tarian tradisi yang gemalai memaparkan campuran pergerakan lembut kaki dan juga tangan.

.....
Kes ini menyentuh sensitiviti rakyat Indonesia. yang sebelum ini bertekak dengan Malaysia pasal hakmilik muzik tradisi, kain batik dan rendang daging.
.....

"Malaysia kecil sahaja. Kami cuma perlu 5 hari atau seminggu untuk membakarnya," kata seorang eksekutif di Jakarta tapi berasal dari Sumatera, yang tidak mahu dikenali akibat sensitifnya isu ini.

.....
Sedangkan kemarahan akan reda segera, satu perasaan yang biasa di Indonesia ialah kekecewaan ke atas Malaysia yang berfikir perlu untuk "mencuri" budaya mereka. Dari pandangan Malaysia, ia hanyalah demi memelihara budaya yang dikhuatiri lenyap.

"Mengiktiraf dua budaya ini di bawah akta itu tidaklah bermakna ianya dituntut dan dimiliki oleh Malaysia. Apa yang kami harap ialah, menerusi pendaftaran budaya ini, ianya boleh dipelihara dan dipromosi dengan meluas," kata Ramli Abdul Karim Hasibuan, presiden persatuan Mandailing di Malaysia.

Pakar berkata kaum Mandailing di Malaysia tidak menentang usaha penjajah British di abad lepas yang melabel mereka sebagai Melayu, ini membawa kepada kehilangan budaya mereka, walhal tradisi lebih terpelihara di Sumatera, pulau terbesar di Indonesia dan penuh dengan pelbagai kaum.

Anak muda, lebih berkemungkinan menari hip-hop berbanding Tor-tor, lebih risaukan siapa yang menang antara Malaysia dan Indonesia di atas padang bola, namun pencemaran jerebu di Kuala Lumpur akibat pembakaran terbuka di Indonesia memanglah merimaskan.

"Simpanlah tarian dan budaya kamu. Sambil tu, simpan jugak jerebu kamu untuk diri sendiri." kata pengguna Twitter @mediha_m, menjawab rakyat Indonesia dalam laman media sosial itu, yang menghentam kemiskinan budaya Malaysia.



Kelakar Malaysia Lawan Indonesia: Kapalselam, Buluhruncing Dan Dukunpower (Funny Malaysia Vs. Indonesia: Submarine, Sharpened Bamboos And Super Shamans) www.klakka-la.blogspot

Get your ABU T-Shirt now, and automatically donate for a good and popular cause! Click on the "T-Shirts" tab at the top of the page
Dapatkan Kemeja-T ABU sekarang, dan dengan otomatik menderma untuk perjuangan murni yang menyemarak! Klik pautan "T-Shirt" di bahagian atas laman


My Foot Note:
No Spitting!
We Don't Want Dirty!
We Want Clean Elections!

We Want Freedom of Assembly!
X Water Cannons!
X Tear Gases!

Serius 1Malaysia: ABU Kata Jangan Meludah! Kami Tak Nak Kotor! Kami Mahu Bersih! (Serious 1Malaysia: ABU Says Don't Spit! We Don't Want Dirty! We Want Clean!) www.klakka-la.blogspot


Catatan tapakkakiku:
Dilarang Meludah!
Kami Tak Nak Kotor!
Kami Mahu Pilihanraya Bersih!

Kami Nak Kebebasan Berhimpun!
X Meriam Air!
X Gas Pemedihmata!

Serius 1Malaysia: ABU Kata Kami Mahu Bersih! Kami Tak Nak Kotor! Kami Tak Nak Meriam Air Dan Gas Pemedihmata! (Serious 1Malaysia: ABU Says We Want Clean! We Don't Want Dirty! We Don't Want Water Cannons And Tear Gases!) www.klakka-la.blogspot



HOW ADVANCED! Part 1 (MAJU LAH SANGAT! Bhg 1)

What Year Is This?
Sekarang Tahun Berapa?



2012. In fact, it's already mid-way through the year 2012, and pretty soon, it'll be 2013. Yup, that means we are already well inside the new millennium, that it would be somewhat awkward to label it as new anymore.

In this 'new' millennium, we have seen or heard various inventions and products, amazing, weird, or simply unthought of by the general masses in the last millennium, even as late as in the 1990's.


However, it is sad to note that some population are, even as this piece is written, still way behind, not only in the apparatus that they use or do not possess, but also in their way of thinking. Really saddening. How uncivilized. How unfortunate.



*******
From New Malaysia with wong chun wai (26-09-2009):
This has to be the funnniest story I have ever read. A group of Indonesian vigilantes calling themselves Benteng Demokrasi Indonesia (Bendera) has been busy gearing themselves up to invade Malaysia, the country's latest news online website Daily Chilli reported.


According to the group - the same one which recently set up roadblocks in Jakarta to look for Malaysians - they would travel to Malaysia via sea, land and air. When asked by the Jakarta Globe on how they intend to carry their weapons on board a plane, their spokesman said they had a way of doing it but did not elaborate.


Their weapons, which they claimed they have been collecting, included bows and arrows, samurai swords and spears. Yes, they would also be using Indonesian black magic. As part of their reconnaisance, they claimed to have sent 10 Indonesian "spies" to Malaysia. They claimed their countrymen, migrant workers and students, would be backing them. Bendera claimsto have 1,000 odd registered members - the "warriors" include 40 men without limbs and 10 on wheelchairs!



2012. Malah, sekarang telahpun pertengahan tahun 2012, lalu tidak lama lagi mucul pula 2013. Maknanya, kita sudah lama melangkah masuk ke alaf baru, hatta agak kekok untuk masih menggelarnya sebagai baru.

 Dalam alaf 'baru' ini, kita telah melihat atau mendengar pelbagai rekaan dan barangan, yang menakjubkan, pelik, atau semata2 tidak terfikir pun pada orang2 kebanyakan di alaf dulu, walaupun sudah menjejak 1990-an.

 Namun terasa sedih bila didapati ada juga manusia, walau di saat penulisan ini dibuat, yang masih tertinggal jauh, bukan saja dalam peralatan yang mereka guna atau tidak miliki, tetapi juga corak pemikiran mereka. Cukup menyedihkan. Cukup tidak bertamadun. Cukup malang.


*******
Dari Malaysia Baru dengan wong chun wai (26-09-2009):
Ini mesti cerita paling kelakar saya pernah baca. Suatu kumpulan pengawasan yang menggelar diri mereka Benteng Demokrasi Indonesia (Bendera) telah bekerjakeras menyiapsediakan diri untuk menakluk Malaysia, menurut laporan Daily Chilli, laman berita2 dalam talian terbaru di Indonesia.

Mengikut kumpulan itu - yakni kumpulan sama yang baru2 ini membuat sekatan jalan di Jakarta untuk mengesan orang2 Malaysia - mereka akan bergerak ke Malaysia menerusi laut, darat dan udara. Bila Jakarta Globe bertanya bagaimana mereka akan membawa senjata2 menaiki kapalterbang, jurucakap mereka cuma mengatakan mereka ada caranya tanpa mengulas lanjut.

 Senjata2 mereka yang dikatakan telah dikumpulkan, termasuk panah, pedang samurai dan lembing. Dan ya, mereka juga akan menggunakan ilmu sihir Indonesia. Sebagai sebahagian dari tinjauan mereka, mereka mendakwa telah menghantar 10 "perisik" Indonesia ke Malaysia. Mereka mendakwa rakan2 senegara, pekerja2 pendatang dan juga para pelajar akan menyokong mereka. Bendera mendakwa mempunyai lebih dari 1,000 orang ahli berdaftar - para "pahlawan" mereka termasuklah 40 lelaki tanpa anggotabadan dan 10 lagi yang berkerusiroda!




Kelakar Malaysia Lawan Indonesia: Kapalselam, Buluhruncing Dan Lembugila (Funny Malaysia Vs. Indonesia: Submarine, Sharpened Bamboos And Mad Cows) www.klakka-la.blogspot


My Foot Note:
No Spitting!
We Don't Want Dirty!
We Want Clean Elections!

We Want Freedom of Assembly!
X Water Cannons!
X Tear Gases!

Serius 1Malaysia: ABU Kata Jangan Meludah! Kami Tak Nak Kotor! Kami Mahu Bersih! (Serious 1Malaysia: ABU Says Don't Spit! We Don't Want Dirty! We Want Clean!) www.klakka-la.blogspot


Catatan tapakkakiku:
Dilarang Meludah!
Kami Tak Nak Kotor!
Kami Mahu Pilihanraya Bersih!

Kami Nak Kebebasan Berhimpun!
X Meriam Air!
X Gas Pemedihmata!

Serius 1Malaysia: ABU Kata Kami Mahu Bersih! Kami Tak Nak Kotor! Kami Tak Nak Meriam Air Dan Gas Pemedihmata! (Serious 1Malaysia: ABU Says We Want Clean! We Don't Want Dirty! We Don't Want Water Cannons And Tear Gases!) www.klakka-la.blogspot




INI GAYA ORANG SEDANG NAK PERANG KE?

Do These Faces Look Like Trouble-Makers Marching To War???


Mursyidul Am PAS Datuk Nik Abdul Aziz Nik Mat berkata tindakan keras pihak berkuasa ke atas penyokong gerakan BERSIH 2.0, termasuk menahan pemimpin-pemimpin politik Pakatan Rakyat, hanya akan menambah kebencian rakyat terhadap Umno.

“Saya tegas untuk menyatakan bahawa tindakan yang dilakukan ini hanya akan menambah kebencian rakyat terhadap Umno,” kata beliau dalam satu kenyataan dikeluarkan dari Mekah.

Nik Aziz berkata sekalipun yang bertindak ialah polis, tetapi semua pihak mengetahui bahawa alat kawalan jauhnya dipegang oleh Perdana Menteri Datuk Seri Najib Razak yang mengetuai kerajaan dan juga merupakan presiden Umno.

“Padahal, apa masalahnya dengan berhimpun?” soalnya.

Nik Aziz yang juga Menteri Besar Kelantan menyoal sedangkan “Presiden Umno baru saja mengumpulkan sejuta belia beberapa minggu yang lalu tanpa ada sedikitpun halangan?”

“Sejuta belia yang dikhabarkan hadir dengan penuh layanan mesra oleh pihak berkuasa tiba-tiba hari ini hanya untuk mengumpulkan 300,000 orang dibalas dengan gari dan semburan gas?

“Bukankah orang yang sama juga pernah menjanjikan bahawa himpunan akan dibenarkan jika dibuat dalam stadium bahkan diberikan keizinan untuk 'melalak sampai pagi'?” sindir beliau lagi.


There's a little black spot on the sun today
It's the same old thing as yesterday
There's a black hat caught in a high tree top
There's a flag-pole rag and the wind won't stop

I have stood here before inside the pouring rain
With the world turning circles running 'round my brain
I guess I'm always hoping that you'll end this reign
But it's my destiny to be the king of pain

There's a little black spot on the sun today
(That's my soul up there)
It's the same old thing as yesterday
(It's my soul up there)
There's a black hat caught in a high tree top
(It's my soul up there)
There's a flag-pole rag and the wind won't stop
(It's my soul up there)

I have stood here before inside the pouring rain
With the world turning circles running 'round my brain
I guess I'm always hoping that you'll end this reign
But it's my destiny to be the king of pain

There's a fossil that's trapped in a high cliff wall
(It's my soul up there)
There's a dead salmon frozen in a waterfall
(It's my soul up there)
There's a blue whale beached by a spring tide's ebb
(It's my soul up there)
There's a butterfly trapped in a spider's web
(It's my soul up there)

I have stood here before inside the pouring rain
With the world turning circles running 'round my brain
I guess I'm always hoping that you'll end this reign
But it's my destiny to be the king of pain

There's a king on a throne with his eyes torn out
There's a blind man looking for a shadow of doubt
There's a rich man sleeping on a golden bed
There's a skeleton choking on a crust of bread

King of pain

There's a red fox torn by a huntsman's pack
There's a black-winged gull with a broken back
There's a little black spot on the sun today
It's the same old thing as yesterday

I have stood here before inside the pouring rain
With the world turning circles running 'round my brain
I guess I'm always hoping that you'll end this reign
But it's my destiny to be the king of pain

- King of Pain, The Police -



Jenazah Allahyarham Baharudin Ahmad yang meninggal dunia sewaktu menyertai perhimpunan BERSIH 2.0 semalam, selamat dikebumikan di tanah perkuburan Islam Lembah Keramat di Taman Seri Keramat Tengah, Kuala Lumpur jam 12.55 tengah hari ini.

Semalam dilaporkan Baharudin, 58 tahun, bersama rakan dan keluarganya berkumpul di KLCC, terjatuh dan pengsan apabila disembur gas pemedih mata oleh pasukan keselamatan.

Beliau kemudiannya dibawa ke Hospital Kuala Lumpur (HKL) dan disahkan meninggal dunia kemudiannya.

Kira-kira 500 hadir, termasuk pemimpin kanan Pakatan Rakyat dan penyokong Gabungan Pilihan Raya Bersih dan Adil (BERSIH) mengiringi jenazah ke tanah perkuburan itu.

Kumpulan tersebut berjalan dari Surau Al-Muqarrabin - tempat jenazah Baharudin disembahyangkan - sejauh kira-kira tiga kilometer dengan mengiringi van jenazah yang membawa jenazahnya.

Turut menyertai kumpulan tersebut beberapa pemimpin Pakatan Rakyat dan NGO antaranya Timbalan Presiden PKR Azmin Ali, Naib Presiden PAS Datuk Mahfuz Omar, ADUN Hulu Kelang Shaari Sungib dan Pengerusi Solidariti Anak Muda Malaysia (SAMM) Badrul Hisham Shahrin.

Sambil mengiringi, mereka membaca tahlil dan bertakbir sepanjang jalan tanpa henti.

Sepanjang perjalanan menuju ke tanah perkuburan itu, kumpulan tersebut berselisih dengan tiga kereta peronda polis secara berasingan menyebabkan mereka bertakbir kepada polis.

Sebelum itu, ramai pemimpin Pakatan, BERSIH mengunjungi Baharudin di surau berdekatan rumahnya di rumahnya di No 9 - 0 - 4, Kelompok Camar Blok A, Keramat di ibu negara seawal jam 9 pagi.

Ramai pemimpin kanan Pakatan yang hadir menziarahi Baharudin antaranya ketua umum PKR Datuk Seri Anwar Ibrahim, timbalan presiden PAS Mohamad Sabu, Azmin Ali (timbalan presiden PKR), dua naib presiden PAS Datuk Husam Musa, Datuk Mahfuz Omar serta pengerusi BERSIH Datuk S Ambiga.

Sewaktu jenazah dimandikan dan dikafankan, mereka memenuhi Surau Al-Muqarrabin mengadakan majlis bacaan tahlil untuk arwah.

Majlis tersebut dipimpin ahli Majlis Pimpinan Pusat PKR Badrol Amin Baharon di surau yang terletak kira-kira 50 meter dari rumah Baharudin.

Kelihatan rata-rata pemimpin yang ditemui sedih dan ada di kalangan mereka sebak dengan kematian Baharudin.

Yang paling jelas, Ambiga dan Nurul Izzah yang tidak mampu menahan air mata sewaktu memeluk isteri Baharudin, Rusni Melan yang merupakan ketua Wanita PKR Cabang Setiawangsa.

"(Kejadian ini) tidak sepatutnya berlaku... Dia (Baharudin) adalah seorang hero," katanya ringkas.

Ambiga tidak mampu berkata-kata apa-apa dan menangis kerana tidak dapat menyembunyikan kesedihannya.

"BERSIH berasa kecewa kerana keadaan ini (kematian) berlaku. Ini menunjukkan polis tidak menghormati rakyat.

"Rakyat ada hak untuk berada di sana," kata ahli jawatankuasa pemandu BERSIH, Maria Chin Abdullah dalam keadaan sebak dan tidak mampu meneruskan kata-katanya.

***************************

Ini gaya orang2 sedang merusuh ke? Sedang pergi perang?? Kelakar lah! (Do these people look like rioting? Going to war?? That's funny!) www.klakka-la.blogspot


Ini gaya orang2 sedang merusuh ke? Sedang pergi perang?? Kelakar lah! (Do these people look like rioting? Going to war?? That's funny!) www.klakka-la.blogspot


Ini gaya orang2 sedang merusuh ke? Sedang pergi perang?? Kelakar lah! (Do these people look like rioting? Going to war?? That's funny!) www.klakka-la.blogspot

********************************************************************

Side Ad: CIFU. Ask. And you'll get it. Coming soon. www.klakka-la.blogspot
Coming Soon:

CIFU?
U.S.!
Washed Clean
2008
8 - 9 x
Ask. And you'll get it.


Also Coming Soon:

catatan: kenapa sebahagian besar kandungan ialah ulangan dari sebelumnya,
yang diterbitkan pada 11 Julai 2011?
Sebagai peringatan dan sebagai penekanan kepada peri pentingnya isu ini!
___________________________________________________________

INI GAYA MUKA2 KAKI GADUH KE?

Do These Faces Look Like Trouble-Makers Marching To War???


Ketua Menteri Pulau Pinang Lim Guan Eng menyuarakan kekecewannya terhadap tindakan polis ke atas rakyat yang menyertai perhimpunan BERSIH 2.0 di Kuala Lumpur, yang didakwanya bertukar menjadi huru-hara selepas campurtangan pasukan itu.

Lim, yang juga setiausaha agung DAP, berkata nampaknya rakyat tidak boleh berhimpun secara aman tanpa terdedah kepada tindakan keras pihak polis.

Bagaimanapun, dakwa beliau, keadaannya berbeza, jika ada penunjuk perasaan berarak membantah kerajaan Pakatan Rakyat atau pemimpinnya.

Beliau memberi contoh demonstrasi di Pulau Pinang baru-baru ini oleh kumpulan pro-Umno dan kumpulan hak Melayu seperti PERKASA dan Suara Anak Anak Malaysia, di mana wartawan didakwa turut diserang.

"Tiada tindakan yang diambil oleh pihak polis dalam kejadian ini. Tidak ada tindakan, walaupun penunjuk perasaan cuba merampas jambatan Pulau Pinang dan menghalang lalulintas," katanya kepada pemberita di Komtar hari ini.


I don't want to spend the rest of my life
Looking at the barrel of an Armalite
I don't want to spend the rest of my days
Keeping out of trouble like the soldiers say

I don't want to spend my time in hell
Looking at the walls of a prison cell
I don't ever want to play the part
Of a statistic on a goverment chart

There has to be an invisible sun
It gives its heat to everyone
There has to be an invisible sun
That gives us hope when the whole day's done

It's dark all day, and it glows all night
Factory smoke and acetylene light
I face the day with my head caved in
Looking like something that the cat brought in

There has to be an invisible sun
It gives its heat to everyone
There has to be an invisible sun
That gives us hope when the whole day's done

And they're only going to change this place
By killing everybody in the human race
And they would kill me for a cigarette
But I don't even wanna die just yet

There has to be an invisible sun
It gives its heat to everyone
There has to be an invisible sun
It gives us hope when the whole day's done

- Invisible Sun, The Police -



Jenazah Allahyarham Baharudin Ahmad yang meninggal dunia sewaktu menyertai perhimpunan BERSIH 2.0 semalam, selamat dikebumikan di tanah perkuburan Islam Lembah Keramat di Taman Seri Keramat Tengah, Kuala Lumpur jam 12.55 tengah hari ini.

Semalam dilaporkan Baharudin, 58 tahun, bersama rakan dan keluarganya berkumpul di KLCC, terjatuh dan pengsan apabila disembur gas pemedih mata oleh pasukan keselamatan.

Beliau kemudiannya dibawa ke Hospital Kuala Lumpur (HKL) dan disahkan meninggal dunia kemudiannya.

Kira-kira 500 hadir, termasuk pemimpin kanan Pakatan Rakyat dan penyokong Gabungan Pilihan Raya Bersih dan Adil (BERSIH) mengiringi jenazah ke tanah perkuburan itu.

Kumpulan tersebut berjalan dari Surau Al-Muqarrabin - tempat jenazah Baharudin disembahyangkan - sejauh kira-kira tiga kilometer dengan mengiringi van jenazah yang membawa jenazahnya.

Turut menyertai kumpulan tersebut beberapa pemimpin Pakatan Rakyat dan NGO antaranya Timbalan Presiden PKR Azmin Ali, Naib Presiden PAS Datuk Mahfuz Omar, ADUN Hulu Kelang Shaari Sungib dan Pengerusi Solidariti Anak Muda Malaysia (SAMM) Badrul Hisham Shahrin.

Sambil mengiringi, mereka membaca tahlil dan bertakbir sepanjang jalan tanpa henti.

Sepanjang perjalanan menuju ke tanah perkuburan itu, kumpulan tersebut berselisih dengan tiga kereta peronda polis secara berasingan menyebabkan mereka bertakbir kepada polis.

Sebelum itu, ramai pemimpin Pakatan, BERSIH mengunjungi Baharudin di surau berdekatan rumahnya di rumahnya di No 9 - 0 - 4, Kelompok Camar Blok A, Keramat di ibu negara seawal jam 9 pagi.

Ramai pemimpin kanan Pakatan yang hadir menziarahi Baharudin antaranya ketua umum PKR Datuk Seri Anwar Ibrahim, timbalan presiden PAS Mohamad Sabu, Azmin Ali (timbalan presiden PKR), dua naib presiden PAS Datuk Husam Musa, Datuk Mahfuz Omar serta pengerusi BERSIH Datuk S Ambiga.

Sewaktu jenazah dimandikan dan dikafankan, mereka memenuhi Surau Al-Muqarrabin mengadakan majlis bacaan tahlil untuk arwah.

Majlis tersebut dipimpin ahli Majlis Pimpinan Pusat PKR Badrol Amin Baharon di surau yang terletak kira-kira 50 meter dari rumah Baharudin.

Kelihatan rata-rata pemimpin yang ditemui sedih dan ada di kalangan mereka sebak dengan kematian Baharudin.

Yang paling jelas, Ambiga dan Nurul Izzah yang tidak mampu menahan air mata sewaktu memeluk isteri Baharudin, Rusni Melan yang merupakan ketua Wanita PKR Cabang Setiawangsa.

"(Kejadian ini) tidak sepatutnya berlaku... Dia (Baharudin) adalah seorang hero," katanya ringkas.

Ambiga tidak mampu berkata-kata apa-apa dan menangis kerana tidak dapat menyembunyikan kesedihannya.

"BERSIH berasa kecewa kerana keadaan ini (kematian) berlaku. Ini menunjukkan polis tidak menghormati rakyat.

"Rakyat ada hak untuk berada di sana," kata ahli jawatankuasa pemandu BERSIH, Maria Chin Abdullah dalam keadaan sebak dan tidak mampu meneruskan kata-katanya.

***************************

             Ini gaya muka2 kaki gaduh ke? Nak pergi perang?? Kelakar lah! (Are these the faces of trouble-makers? Going to war?? That's funny!) www.klakka-la.blogspot                                                               Ini gaya muka kaki gaduh ke? Nak pergi perang?? Kelakar lah! (Is this the face of a trouble-maker? Going to war?? That's funny!) www.klakka-la.blogspot                  
 Ini gaya muka kaki gaduh ke? Nak pergi perang?? Kelakar lah! (Is this the face of a trouble-maker? Going to war?? That's funny!) www.klakka-la.blogspot  Ini gaya muka kaki gaduh ke? Nak pergi perang?? Kelakar lah! (Is this the face of a trouble-maker? Going to war?? That's funny!) www.klakka-la.blogspot 

********************************************************************

Side Ad: CIFU. Ask. And you'll get it. Coming soon. www.klakka-la.blogspot
Coming Soon:

CIFU?
U.S.!
Washed Clean
2008
8 - 9 x
Ask. And you'll get it.


Also Coming Soon:


catatan: kenapa sebahagian besar kandungan ialah ulangan dari sebelumnya,
yang diterbitkan pada 11 Julai 2011?
Sebagai peringatan dan sebagai penekanan kepada peri pentingnya isu ini!
___________________________________________________________